Senin, 21 Juni 2010

Jakarta dan Ondel-ondel

Ini Merupakan pengalaman pribadi yang di ceritakan kepada saya.

Kisah Ini Bermula dari sekelompok anak-anak kecil sedang bermain asyik-asyiknya. Setelah asyik bermain mereka mulai merasa kelaperan akhirnya mereka sepakat untuk mencari sesuatu untuk di makan. Akhirnya ada satu anak yang menyeletuk bagaimana kalo kita mecari pohon mangga saja. Mereka pun sepakat untuk mencari pohon mangga untuk di ambil. Mereka pun pada berlarian untuk memanjat pohon mangga. Setelah mereka berada di atas pohon mangga mereka mendengar bunyi-bunyian seperti dung-dung-dung-dung-dung-dung dari kejauhan. mereka pun binggung itu bunyi suara apa. Bunyi itu makin lama makin mendekati pohon mangga yang di naiki oleh si anak-anak tersebut. setelah dekat ternyata itu bunyi gendang yang sedang mengiringi ondel-ondel. Ternyata ondel-ondel itu tidak cuma ada satu, tetapi ada lima, ada yang berwarna hijau, merah, kuning, biru, dan yang terakhir yang sangat menakutkan yaitu ondel-ondel yang berwarna hitam. Di antara anak-anak itu ternyata ada yang amat sangat takut dengan ondel-ondel. Si anak yang takut dengan ondel-ondel itu akhirnya langsung turun dari pohon mangga dan menuju ke rumahnya untuk bersembunyi di kolong tempat tidur sambil membawa mangga yang di kupasnya. Sedangkan anak-anak yang lain mempunyai niat iseng untuk mengerjai keseluruhan ondel-ondel tersebut. Anak-anak tersebut mengerjai ondel-ondel tersebut dengan cara mengelitiki kakinnya si ondel-ondel. Pada si ondel-ondel yang berwarna hijau setelah di gelitiki kakinnya tidak berespon pada si anak-anak tersebut. Hingga terakhir pada si Ondel-ondel yang berwarna hitam. Si ondel-ondel berwarna hitam ini langsung bereaksi pada si anak-anak. Akhirnya ada salah satu anak yang terkena gamparan si ondel-ondel yang berwarna hitam hingga membuat pipinya sangat merah. Sejak saat itu lah kumpulan anak-anak tersebut tidak lagi berani untuk mengerjai ondel-ondel. Karena pada zaman dulu ondel-ondelnya benar-benar seram di bandingkan ondel-ondel zaman sekarang yang di buat tuk semenarik mungkin di bandingkan zaman dahulu supaya tidak ada lagi anak-anak yang takut dengan namannya ondel-ondel.

Ultah Jakarta dan Pekan Raya Jakarta

Pada tanggal 22 Juni Tahun ke berapa saya tidak saya mempunyai kisah yang sangat menarik. Ceritanya begini ada suatu keluarga sedang asyik berjalan-jalan ke pekan raya jakarta. mereka sedang menikmati pekan raya jakarta tanpa memerhatikan sekelilingnya. Tiba-tiba tanpa mereka sadari sang anak telah lepas dari gandengan orang tuannya. Sebenarnya si sang anak sedang asyik memperhatikan sepeda-sepeda yang di tawarkan di stand sepeda. Selang satu jam kemudian si sang anak baru menyadari bahwa yang di gandeng tangannya bukan lagi tangan kedua orang tuanya. Sang ayah dan dan ibu akhirnya melaporkan kehilangan anaknya di stand Informasi mereka melaporkan bahwa mereka telah kehilangan anak mereka. Akhirnya sang anak pun di antarkan oleh yang di pegang tangannya ke meja informasi. Akhirnya si sang anak pun bisa bertemu kembali dengan ke dua orang tuannya.

Sabtu, 12 Juni 2010

awas anjing galak

Pada suatu hari ada sekelompok anak-anak kecil yang sedang berangkat ke TPA. Mereka tidak melewati jalan yang biasannya. Mereka memotong jalan supaya mereka bisa ke tpa tepat pada waktunnya. Akhirnya mereka sampai ke tpa tepat pada waktunnya. Setelah selesai mereka berkegiatan di tpa akhirnya mereka melewati jalan pintas itu lagi tapi sayang seribu sayang mereka menemukan hambatan. hambatan itu berupa anjing yang sangat lucu tapi galaknya setengah mati. Kebetulan si pemilik anjing sedang membeli roti di tukang roti yang lewat. So anak-anak tersebut akhirnya lewat situ sambil bersenda gurau. Tidak tahu kenapa si anjing tiba-tiba mengejar kelompok anak-anak itu. Semuannya berhasil lolos kecuali ada satu anak yang tertinggal oleh kelompoknya. Si anak yang tertinggal akhirnya terkena cakaran si anjing sehingga membuat seluruh celana seragam tpanya menjadi robek dan bolong dan kakinnya mengalami lecet-lecet. Setelah melihat kejadian itu sang pemilik anjing memanggil anjingnya yang bernama bobo untuk masuk ke dalam rumahnya. Dia berteriak-teriak sambil membawa tongkatnya.

Bobo ayo kamu masuk.
Setelahsang anak pulang ke rumahnya dia beserta ayahnya menemui sang pemilik anjing untuk meminta ganti rugi untuk biaya pengobatan.

Dan Si Anak pun di bawa ke puskesmas terdekat untuk melihat apakah cakaran anjing mengakibatkan rabies atau tidak. Setelah di periksa ke dokter ternyata bekas cakaran anjing itu tidak mengakibatkan rabies. Tapi sang anak mulai takut bila berhadapan dengan anjing.

Rabu, 02 Juni 2010

awas anjing galak

pada suatu hari minggu yang cerah sekelompok orang sedang berjalan-jalan ke suatu taman yang berada di jakarta selatan, mereka berjalan-jalan ke taman itu dengan mengendarai sepeda masing-masing, mereka salingbersenda gurau di taman itu. Pada matahari sedang mulai tinggi mereka melanjutkan perjalanan mereka sampai daerah bintaro, setelah puas berjalan-jalan dari bintaro akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing. Tinggalah seorang anak dengan beserta kakaknya pulang ke rumahnya. Setelah hampir mendekati rumahnya ada sebuah rumah yang memiliki anjing yang sangat galak sekali. Anjing itu suka mengejar atau menggongong kalau ada yang lewat di depan rumah itu. Sang kakak dan adik kebetulan melewati rumah itu dan kebetulan pagar rumah itu sedang di buka oleh pemilik rumah itu. Pas sang kakak ma adik melewati rumah itu,mereka di kejar oleh anjing rumah itu sehingga membuat kakak menyetir sepedannya menjadi oleng sehingga sang adik terlempar dri boncengan sepeda sang kakak. sementara sang kakak telah berhasil menjauhi si anjing galak tersebut sang adik masih harus berjuang berlari agar tidak terkena gigitan atau cakaran anjing galak tersebu hingga membuat kaki dan tangan sang adik luka-luka atau menjadi lecet. Setelah sang adik telah sampai turunan dekat rumahnya barulah si pemilik anjing menghalau atau memanggil anjingnya agar kembali ke rumahnya. Setelah anjingnya masuk ke rumahnya, sang pemilik anjing pun meminta maaf pada kakak beradik itu. Tapi sejak kejadian itu sang adik sampai saat ini masih trauma kalau di kejar anjing galak.